ingat tulisan saya tentang my last ?
mungkin, sekitar 2 minggu yang lalu kami telah berakhir. dan saya merasakan betul yang namanya kehilangan . tidak ada kebohongan yang saya tulis ketika saya menuliskan " kalau saja kami berakhir, mungkin dunia saya akan berhenti berputar". yaa , itulah yang terjadi . hampa. kosong. sendiri. kesepian. sumpah demi apa, saya ternyata pribadi yang melankolis dan cengeng sekali. hari pertama selesai, saya sangat uring uringan. kampus tidak ada yang beres. kamar apalagi. hidup memang harus move on, but do you ever think that move on is not easy as you think ? ada banyak kejadian yang akan terus terekam. yang selalu terputar. gampang memang untuk mengatakan, biarlah waktu yang menjawab segalanya. tapi, untuk melakukannya tidaksemudah mengatakannya. mungkin lebay. mungkin akan galau. tapi percayalah, bahwa semua itu juga proses. air mata yang mengucur deraspu. air mata yang akan membuatmu semakin kuat. tidak akan ada rasa sayang atau cinta yang akan cepat musnah kecuali dibasahi dengan rasa sakit hati yang terdalam. sebenarnya itu yang terjadi sekarang. setelah dua minggu ini, tidak berkomunikasi sama sekali. entah apa yang saya rasakan sekarang. jujur, saya akan terdiam ketika di tanya " masih sayang ?" "masih cinta? " "masih mau sama sama?". saya akan bingung.
hari itu, mungkin puncak kesabaran saya. bukan untuk membanggakan diri, tidak sedikit orang yang mengomentari saya dengan "halo ibon. buka matamu. terlau sabarko" atau " kurang ajar sekali dia nah" . dia melatih saya untuk sabar. dia dengan mulusnya melanggar semua idealisme hubungan yang saya pegang. kata kasarnya adalah hanya keputusan dialah yang selalu akan terjadi. dan saya hanya sebagai penasihat. miris memang. saya terlatih untuk diam. ketika semua orang menghujam dengan kesabaran berlebih yang saya berikan, yang saya bisa jawab hanya ketika dia mengatakan saya meminta kesabaranmu lebih, artinya saya gagal menjadi orang yang sabar. dan harus lebih sabar lagi. dan inilah yang terjadi. dia dan saya mungkin tidak menyadari ketika dia melatih saya dan saya terlatih untuk itu, ada bom waktu yang saya tanam. saya jenuh dengan kenyataan yang memilukan hati yang ia lontarkan. pernah dia mengatakan begini " apapun yang terjadi saya akan memilih teman saya dibanding kamu". apa yang anda lakukan ketika orang yang paling anda cintai mengatkan ini ? setelah anda menghancurkan persahabatan anda, ketika anda menjadikan apapun yang terjadi dialah orang yang paling pertama ternyata anda tidak dianggap sebagai orang pertama ? ketika dia lebih memilih futsal dan menjadikan anda sebagai penjaga tas dia dan teman-temannya. ketika tidak pernah ada waktu weekend yang dilalui bersama karena alasan ingin di rumah dulu, tetapiu ketika temannya mengajak keluar tidak ada pemikiran kedua. sang lelaki mengiyakan. kami berada dalam satu kota. tetapi waktu ketemu hanya 2 minggu sekali. kurang sabar apa saya ini ?
saya mungkin tidak menghargai atau melihat apa yang dia lakukan.
tapi, intinya sama. akhirnya hanya ada kata teman
1 komentar:
sabar yah bon :(
Posting Komentar