bisu part dua pasti akan datang , wattauuuw !
*saya melihat ke arah layar komputer. melihat orang sekitar yang sedang asik dengan komputernya masing - masing. saya duduk terdiam . memeluk kaki dan menenggelamkan kepalaku . ada sesuatu yang ku sesesali . hari kemarin bukan milikku dan hari esok belum tentu ku genggam . yang saya punya hanya hari ini , sisa hari kemarin yang ku sesali . tapi hidup harus berjalan, tidak boleh ada yang saya sesali terlalu dalam. ini akan berdampak buruk pada hari esok ku .
terima kasih untuk hari kemarin wahai masa lalu . mungkin akan saya kenang. ada beberapa yang akan saya bingkai , dan itu hanya sepenggal hari kemarin . menitikkan sebutir air mata untuk hari kemarin mungkin boleh , tapi tak ku biarkan air mata itu banjir . saya percaya bahwa Allah mempunyai rencana lain atas hari kemarin .
mungkin , sudah terlambat umntuk menata kembali hari kemarin yang terlajur saya sia siakan . tapi lebih baik mungkin kalau saya menyesal sekarang . terima kasih permeran hari kemarin . so much story that i have from all of you. thank you so much .
Senin, 23 Mei 2011
Minggu, 08 Mei 2011
BISU
gadis itu memasuki ruangan itu . menahtahi satu bangku berdebu yang lama ditinggalnya .
dulu , ia selalu mencari sela agar kembali ke sni . dulu , banyak canda dan tawa yang sering dibagi disini . ada beribu cerita , tawa , dan bahagia . ada pundak yang selalu sama sama berbagi , ada kedudukan yang siap berdiri sama rata dan duduk sama rendah , segalanya ada di sni
gadis itu menoleh kedepan . sdh lumrah untuk masa mereka yg selalu menulis sesuatu dibangku . ada sebuah kata yang membuat gadis itu menitikkan air matanya . pelupuk matanya tak lagi sanggup menepis sesuatu yg sedari tadi ditahannya . kenangan itu . kenangan yang sangat manis . kenangan yang selalu ia bingkai manis dan tidak pernah ingin ia buang . kenangan yang orang cemooh , tapi ia menghargai yg orang katakan . mereka benar , tp hatinya berkata lain . ada rasa sayang untuk setiap kenangan yang ia taburkan . ada cinta yang selalu d sayatkan bagi ereka . tidak pernah ada kisah yang sia sia untuk gadis itu .
Setiap cerita selalu menyisahkan cerita. Cinta dan kasih sayang. Ada rasa rindu yang menggunung untuk setiap kisah . tapi, justru kadang ada sebuah rasa yang perih terekam oleh memori dibalut rasa yang membuatnya tak ingin merasakannya kembali. Dan rasa itu di sebut benci
Orang –orang mulai memadati ruangan itu, disekanya beberapa air matanya yang terlanjur jatuh. Rasa itu mungkin akan kekal . gadis itu juga tidak tau seberapa kadar benci yang dia rasakan sekarang. Rasa itu mungkin akan kekal. Benci dan sayang selalu berkobar sejalan dengan yang rasa benci pada kisah yang lain. Kisah yang satu dan yang lainnya bertautan, rasanya juga begitu. Dan jalan lain dipilih gadis itu , bisu .
Gadis itu selalu bisu diruangan itu. Ingin sekali rasanya mempercepat mesin waktu. Muak yang sangat tinggi ternyata sangat membungkus dengan sempurna dalam dirinya. Tidak pernah lagi terdengar canda tawa yang kelura dari mulut bisunya. Karaketer gadis itu berubah 180 derajat dalam ruangan itu. Ada rasa benci yang berkobar lama dijiwanya.
Sekarang , ruangan itu telah ramai. Dipenuhi orang orang yang memang selalu memadatinya. Diliatnya sekeliling ruangan itu. Ruangan itu, mungkin saksi bisu betapa sangat disayangnya orang orang yang membuatnya bisu. Betapa nistanya keadaan ruangan itu sekarang. Entah siapa dan apa yang yang saling menyikut dan menghalang. Gadis itu mungkin ingin mengakhiri kebisuannya , tapi tak sanggup. Betapa tak sanggupnya ia duduk ditahtahnya yang sangat ia benci. Ia ingin lari tapi bukankah sama saja dengan lari dari kenyataan ? ia membenci keadaan dimana orang – orang hanya bisa lari dari kenyataan. Betapa dibencinya orang orang yang hanya bisa berkomentar dan berbicara seenak kepalanya dan tidak pernah bercermin atas kelakuaannya. Dan ia tidak ingin menjilat kata-kata-katanya sendiri .
Suatu ketika , seorang berkata “ gadis, saya mau cerita “ gadis yang sebenarnya sedang tidak mood , memaksakan diri mendengarkan dengan baik. Sebenarnya juga tidak terpaksa. Saya tau sekali bagaimana sifat gadis yang tidak suka berbasa basi , yaaaa , mungkin untuk sekarang . “oke , mulailah ceritamu “ gadis tersenyum tipis. Panggil saja orang yang sedang curhat itu “x”. X lalu menceritakan suatu keadaan yang sedikit menarik di telinga gadis. Tapi sayang , entah mengapa gadis seperti langsung tau kemana arah pembicaraan sang X. X bercerita tentang sebuah hubungan yang katanya saling menyikut. X menegaskan bahwa ia benci kepada satu sosok dalam hubungan yang sedang dijalaninya sekarang. Ia selalu merasa tak dianggap ketika orang itu ada. Ia merasa ada aroma bahwa X hanya dimanfatkan oleh beberapa pihak. Gadis yang sebenarnya juga muak dengan apa yang di ceritakan X , tersenyum tipis lalu mengatakan “ saya tau apa yang kau maksudkan . saya mengerti apa yang kau rasakan . mengertilah. Suatu saat ada masa saat kau mendapatkan apa yang kau inginkan. Suatu saat pula, kau akan menjadi yang pertama kawan , bersabarlah “. Sang X lalu tersenyum , bgitupun gadis. Tapi percayalah, pada saat itu gadis menyimpan air mata yang sebenarnya ingin sekali melihat dunia. Gadis, sosok manusia yang tegar (menurut saya). Gadis, ‘gadis’ yang lebih memilih bagaikan pot tanah yang telah jatuh tetapi dipasang kembali. Mengerti ? terlihat tak sempurna , tapi kuat. Gadis memang kuat. Percayalah, gadis orang yang sangat tau bagaimana mengkondisikan suatu hal .
Gadis memerhatikan hiruk pikuk ruangan itu. Entah knpa, letupan amarah Gadis makin berkobar. Gadis , ia mengetahui suatu rahasia di ruangan itu. Ia terpengarah , dan bisu.
~wait part 2
dulu , ia selalu mencari sela agar kembali ke sni . dulu , banyak canda dan tawa yang sering dibagi disini . ada beribu cerita , tawa , dan bahagia . ada pundak yang selalu sama sama berbagi , ada kedudukan yang siap berdiri sama rata dan duduk sama rendah , segalanya ada di sni
gadis itu menoleh kedepan . sdh lumrah untuk masa mereka yg selalu menulis sesuatu dibangku . ada sebuah kata yang membuat gadis itu menitikkan air matanya . pelupuk matanya tak lagi sanggup menepis sesuatu yg sedari tadi ditahannya . kenangan itu . kenangan yang sangat manis . kenangan yang selalu ia bingkai manis dan tidak pernah ingin ia buang . kenangan yang orang cemooh , tapi ia menghargai yg orang katakan . mereka benar , tp hatinya berkata lain . ada rasa sayang untuk setiap kenangan yang ia taburkan . ada cinta yang selalu d sayatkan bagi ereka . tidak pernah ada kisah yang sia sia untuk gadis itu .
Setiap cerita selalu menyisahkan cerita. Cinta dan kasih sayang. Ada rasa rindu yang menggunung untuk setiap kisah . tapi, justru kadang ada sebuah rasa yang perih terekam oleh memori dibalut rasa yang membuatnya tak ingin merasakannya kembali. Dan rasa itu di sebut benci
Orang –orang mulai memadati ruangan itu, disekanya beberapa air matanya yang terlanjur jatuh. Rasa itu mungkin akan kekal . gadis itu juga tidak tau seberapa kadar benci yang dia rasakan sekarang. Rasa itu mungkin akan kekal. Benci dan sayang selalu berkobar sejalan dengan yang rasa benci pada kisah yang lain. Kisah yang satu dan yang lainnya bertautan, rasanya juga begitu. Dan jalan lain dipilih gadis itu , bisu .
Gadis itu selalu bisu diruangan itu. Ingin sekali rasanya mempercepat mesin waktu. Muak yang sangat tinggi ternyata sangat membungkus dengan sempurna dalam dirinya. Tidak pernah lagi terdengar canda tawa yang kelura dari mulut bisunya. Karaketer gadis itu berubah 180 derajat dalam ruangan itu. Ada rasa benci yang berkobar lama dijiwanya.
Sekarang , ruangan itu telah ramai. Dipenuhi orang orang yang memang selalu memadatinya. Diliatnya sekeliling ruangan itu. Ruangan itu, mungkin saksi bisu betapa sangat disayangnya orang orang yang membuatnya bisu. Betapa nistanya keadaan ruangan itu sekarang. Entah siapa dan apa yang yang saling menyikut dan menghalang. Gadis itu mungkin ingin mengakhiri kebisuannya , tapi tak sanggup. Betapa tak sanggupnya ia duduk ditahtahnya yang sangat ia benci. Ia ingin lari tapi bukankah sama saja dengan lari dari kenyataan ? ia membenci keadaan dimana orang – orang hanya bisa lari dari kenyataan. Betapa dibencinya orang orang yang hanya bisa berkomentar dan berbicara seenak kepalanya dan tidak pernah bercermin atas kelakuaannya. Dan ia tidak ingin menjilat kata-kata-katanya sendiri .
Suatu ketika , seorang berkata “ gadis, saya mau cerita “ gadis yang sebenarnya sedang tidak mood , memaksakan diri mendengarkan dengan baik. Sebenarnya juga tidak terpaksa. Saya tau sekali bagaimana sifat gadis yang tidak suka berbasa basi , yaaaa , mungkin untuk sekarang . “oke , mulailah ceritamu “ gadis tersenyum tipis. Panggil saja orang yang sedang curhat itu “x”. X lalu menceritakan suatu keadaan yang sedikit menarik di telinga gadis. Tapi sayang , entah mengapa gadis seperti langsung tau kemana arah pembicaraan sang X. X bercerita tentang sebuah hubungan yang katanya saling menyikut. X menegaskan bahwa ia benci kepada satu sosok dalam hubungan yang sedang dijalaninya sekarang. Ia selalu merasa tak dianggap ketika orang itu ada. Ia merasa ada aroma bahwa X hanya dimanfatkan oleh beberapa pihak. Gadis yang sebenarnya juga muak dengan apa yang di ceritakan X , tersenyum tipis lalu mengatakan “ saya tau apa yang kau maksudkan . saya mengerti apa yang kau rasakan . mengertilah. Suatu saat ada masa saat kau mendapatkan apa yang kau inginkan. Suatu saat pula, kau akan menjadi yang pertama kawan , bersabarlah “. Sang X lalu tersenyum , bgitupun gadis. Tapi percayalah, pada saat itu gadis menyimpan air mata yang sebenarnya ingin sekali melihat dunia. Gadis, sosok manusia yang tegar (menurut saya). Gadis, ‘gadis’ yang lebih memilih bagaikan pot tanah yang telah jatuh tetapi dipasang kembali. Mengerti ? terlihat tak sempurna , tapi kuat. Gadis memang kuat. Percayalah, gadis orang yang sangat tau bagaimana mengkondisikan suatu hal .
Gadis memerhatikan hiruk pikuk ruangan itu. Entah knpa, letupan amarah Gadis makin berkobar. Gadis , ia mengetahui suatu rahasia di ruangan itu. Ia terpengarah , dan bisu.
~wait part 2
Langganan:
Komentar (Atom)