Hari terus berjalan . dan saya tetap mengagumi dan semakin mengagumi senyuman khas adik kelas saya itu . ada satu ketulusan setiap dia tersenyum dan selau ada kegilaan yang bisa saja timbul dari diri saya jika melihat senyumnya . pernah , saya yang melihat senyumnya di jam pertama sekolah , sampai pulang hanya bisa senyum – senyum sendiri . adik kelas saya itu tergolong adik yang biasa – biasa saja . tidak banyak yang istimewa , kecuali , mungkin senyumnya ( setidaknya , itu buat saya )
Ada sedikit yang aneh untuk adik itu . ketika kita bercerita semua lancar saja , tapi untuk hal dunia maya , tidak . malahan , tidak tau knapa adik kelas saya itu seperti mengakrabkan diri pada teman saya yang sangat tidak pernah akrab dengannya . aneh untuk saya . entahlah . atau hanya kecemburuan ?
Detik demi detik , jam demi jam , lalu hari , lalu bulan . screning terus berjalan seperti bagaimana mestinya . warna warni screning juga . adik itu selalu ada dan selalu ada senyuman khas itu . senyuman yang ikhlas , dan saya jatuh cinta pada senyumannya . sampai pada akhirnya penerimaan rapor menyapa kami . lewat dunia maya , secara tidak sengaja saya membaca kalo adik itu akan pindah , karna satu dan lain hal . jujur , saya kehilangan senyumnya . dan mungkin sedikit kegilaan garing khasnya . saya kehilangan sosok bersenyum khas dan tak banyak bicara .
Sebulan setelah saya mengetahui kalau adik itu pindah tepat pada hari pertama masuk skolah , saya mulai terbiasa kehilangan senyumnya . sebenarnya tidak ingin , tapi harus .
“ saya menjalani koridor kelas 3 yang dulunya di tempati kelas 1 . mata saya sedikit melirik ke kiri . terekam jelas di benakku , sekitar setengan tahun yang lalu ada sosok manusia yang selalu tersenyum ketika saya lewat di pagi hari , walaupun dengan sedikit berlari kecil karna sudah terlambat . selalu ada salam di setiap pertemuaan , selalu ada senyum khas yang di tawarkan dengan gratis . saya membiasakan ini . saya harus dan mau menjalani tanpa senyum itu . tanpa sadar saya terseyum dan berkata ....“
“ selamat tinggal RMA . selamat menjalani hari hari mu di sekolah baru mu . silahkan kembangkan seluruh sayap mu yang sempat patah . silahkan tebarkan senyum tulus kepada setiap penikmatnya “
**** 4 agustus 2010
Porseda di mulai , dan ini bukan hari pertama . hari ini adik itu ada . berjarak hanya 5 meter , jujur membuat saya sedikit grogi . hampi 3 bulan tiak bertemu adik itu dan saya kangen sama senyumannya . mungkin benar , kemarin saya sangat lantang menyebutkan saya tidak mau tp harus bisa. Tapi nyatanya , saya terus mengagumi senyumnya . setelah kemarin hanya menerima sms dari beberapa teman kalau adik itu ada , dan baru kali ini saya melihatnya . ingin rasanya bertegur sapa . ingin rasanya menanyakan kabarnya , dan kembali menikmati senyumnya .
Adik itu bersandar di salah satu tembok kelas yang menghadap ke arah lapangan . masi seperti dulu . masi mengenakan seragam yang sama , hanya lambang sekolah nya saja yang membedakan , masi memakai sepatu , jaket , tas , helm yang sama . masi sama seperti dulu. Oh, ada yang beda sekarang . rambutnya sedikit memanjang sekarang , baju nya yang dulu tdak pernah keluar sekarang tak lagi berada di dalam . dikelilingi oleh beberapa temannya , saya masih bisa melihat mata adik itu . ekor mata ku masi terus saja menunggu senyumannya . 1,2 dan 3 . yaak . saya dapat senyumnya. harapan saya satu . bisa tidak saya mengabadikannya ?
*** continue