Gadis itu berjalan menuju gerbang sekolah . menenteng 2 buku tebal ala anak kelas dua belas yang sebenarnya berotak kosong , serta rasa lelah yang sangat berkibar . hari itu , setelah matahari sore digantikan hujan yang sebentar lalu samar samar matahari terbenam . tepat jam 6 , gadis itu berjalan ingin pulang . untuk beberapa menit , ditunggunya sang adik kelas yang searah dengannya . lumayan teman pulang , pikirnya . gadis itu memalingkan wajahnya , matanya bertabrakan dengan sepasang mata . mungkin ada sekitar 10 detik pertarungan mata itu . tidak ada rasa benci atau sayang yang mengandung di sorot itu . entah knapa memang , setiap mata gadis itu bertabrakan dengan mata Nata , ingin sekali ia terus mendalaminya . yah , sebut saja nama pemilik mata itu Nata . nurani nya lah yang selalu berontak ketika ia ingin mendalami mata lelaki itu . Nata yang duduk di depan aula dan sedikit tertutupi oleh beberapa motor , hanya dapat terlihat dengan samar . sang adik kelas pun datang , mereka berjalan melewati aula . berjarak 10 meter di depan nata , dan 2 meter di depan adik kelasnya , membuat gadi itu menoleh ke Nata . tak terjadi tabrakan mata yang sering terjadi di sini . Nata yang menyadari gadis itu menoleh kepadanya , secepat kilat menunduk , dan terlihat adik kelasnya memalingkan wajahnya . sepertinya , tadi terjadi sesuatu yang sering dilalukannya bersama Nata , tp pemeran ceweknya sekarang berganti . perasaan bersalah menghantui gadis itu karna sampai di gerbang , Nata tidak pernah memalingkan wajahnya , selalu mengikuti mereka berjalan , tapi ketika gadis itu menoleh ingin memastikan Nata masih ada disana selalu saja Nata menunduk . Tamparan keras bagi gadis itu .
Kenyataannya benar . mungkin , Nata menyukai gadis itu .
** continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar