hmm ~
awalnya , saya hanya tersenyum . tidak mengiyakan dan tidak juga mengelakkan . mungkin karna belum merasakannya . tapi , sebenarnya , awalnya saya menampikknya . mungkin karna keangkuhan yang merajai ku , menganggap itu hanya katakata yang terlalu d lebih-lebihakan . mungkin
ini cerita , tentang kekaguman saya terhadap sesosok misterius sang adik kelas .
pertemuan kami diawali dengan tiket gratis dari sebuah bimbingan belajar yang diberikan oleh pengurus OSIS . jumlah yang 50 membuat kami membagikan tiket tersebut ke anak screning ( calon pengurus OSIS untuk anak kelas satu , sebelum mengikuti LDK ) . hmm ~
pada saat konser , gedung terasa sangat sesak , dipenuhi anak muda yang berjoget tak karuan sampai yang merokok seenaknya . entah knapa , malam itu awalnya saya ingin mengirim sms ke seorang teman SMP saya . krna sms saya tidak terkirim , dan sepertinya pada waktu itu pulsa saya tidak mencukupi untuk menelfon , saya meminjam hp adik kelas saya itu . awalnya , saya melihatnya tanpa ada fikiran apapun . sebenarnya , saya tidak terlalu mengenalnya . saya juga kembali ingin menegaskan lalu bertanya , apakah dia anak screning ? dia menjawab ia . dan ku utarakan niat ku untuk meminjam hpnya , sekedar untuk miss call . nomor telepon teman saya tidak aktif , dan saya mengembalikan hpnya . tidak ada percakapan yang berarti tentang kami selama konser berlangsung . kami asik pada malam kami sendiri . dia dan temannya yang semua lakilaki pergi entah kemana , dan saya yang kebanyakan perempuan tidak beranjak dari tempat .
konser selesai , hampir jam 12 . berakhirnya konser tersebut ternyata di tutup dengan keroncongannya perut kami . kami berkumpul tepat d depan mandala , terselip pembicaraan untuk makan di sebuah restoran cepat saji dekat gedung tersebut . dan saya yang awalnya tidak mau , akhirnya terayu juga . saya yang akhirnya dibonceng oleh adik kelas saya itu . sama seperti di gedung , tak ada pembicaraan diantara kami . sama sekali tidak ada . dan saya menarik kesimpulan , anak ini sangat pendiam .
sampai di restoran tersebut , saya kembali berjalan bersama teman saya . kami makan . sekarang sudah tengah malam , dan pastinya angkutan umum untuk pulang juga tidak ada . dengan sedikit menebalkan muka pada adik kelas itu , dia pun mengiyakan . semua yang searah dengan kami , pulang bersamaan . dengan catatan saya diantar deluan karna jujur , saya sedikit mengkhawatirkan adik kelas saya ini . bukan karena adanya perasaan "lain" yang saya rasakan , melainkan jalan menuju rumah saya yang sangat sepi dan gelap apalagi sudah tengah malam , akan berakibat fatal kalau sendirian . selama perjalanan lagilagi tak ada pembicaraan yang berarti . sedikit boring memang , tapi sudahlah . syukursyukur sudah di antar . sampai di rumah saya hanya bisa mengatakan makasi untuk adik itu , makasih RMA :)
*** be continue
2 komentar:
RMA ?
RaMdAni yah :p
[pura.pura ndag tauk]
edd , apa tong
Posting Komentar