Kamis, 04 Maret 2010

buku BIRU

saya sangat memahami bagaimana rasanya jatuh cinta hingga kandasnya cinta.

malam itu saya menemukan sebuah buka ynag rapi di rak buku saya . buku bersampul biru yang cukup berdebu. mungkin , ini salah satu buku yang isinya dapat ku susun dengan rapi walau sebenarnya ini bukanlah buku mata pelajaran kimia , fisika , atau matematika yang membutuhkan extra kerja keras agar tetap rapi .
buku itu awal saya bisa menulis . mungkin ada yang menyebutnya diary ,tapi saya bukanlah tipikal gadis yang tiap malam menyumbangkan waktunyan sekitar sepuluh menit jam tidurnya buat menulis sesuatu tentang hidupnya

hari ini . buku itu hanya berisi sebuah goresan tinta tentang sebuah perasaan yang sebetulnya bukanlah perasaan yang saya rasakan . hanya saya mencoba merasuki sebuah perasaan dengan tetap pada diri saya sendiri , dan bukan tentang apa yang mereka lakukan setelah itu , tapi apa yang saya lakukan atas apa yang terjadin karena saya menulis waktu dan tanggal serta sedikit catatan ketika saya menulis pada selembar kertas , mudah bagi saya untuk mengingat apa yang sedang terjadi pada saat itu .

awalnya , saya sedikit tersenyum atas apa yang saya tulis . tulisan yang masih berantakan dengan kata - kata super sederhana dengan ketidak jelasan bahasa Indonesia yang terkadang membuat saya bak profesor membuat istilah baru dalam berbahasa .

dari halaman satu ke halaman berikutnya . saya hanya terdiam atau sesekali tersenyum . hingga pada akhirnya pada tiga perempat buku itu saya tak lagi menulis sebuah goresan kata .
sampai catatan saya yang mengingatkan saya atas memori yang indah sekaligus menyedihkan tersebut .

pada kertas itu saya hanya menuliskan tanggal dan satu kejadiaan yang sangat ku tunggu . tapi tebak , apa yang saya tulis tepat di halaman belakang kertas itu . hari di mana semua itu harus saya kubur dalam – dalam . hari yang membuat saya seakan tak bisa lagi menikmati dan membuka mata saya agar meyakini bahwa semuanya bukan akhir dari segalanya.

Mulai dari lembaran itu sampai pada lembaran seterusnya , saya hanya mengisinya dengan kata “ sayang “ atau simbol “ love “ .

Jujur , sulit bagi saya bagun dari ketertpurukan yang kelam pada waktu itu . saya bahkan butuh waktu lebih setahun . satu tahun yang kurasa sangat berat .

Sekarang , hampir dua tahun kejadian itu berlalu dan akhirnya kita bertemu walau secara tak langsung . hanya mata kita yang bertemu walau tak mengenal . kita masing – masing asik pada apa yang kita lakukan. Dan akhirnya , malam ini saya menemukan buku itu . buku yang cukup buat mengingat sosok BRENGSEK anda . mungkin karna waktu dan fikiran saya yang sedikit telah beranjak dewasa menerimanya , saya hanya tertawa dan tersenyum .

Bodoh memang menertawai diri sendiri , tapi itu yang saya lakukan . Tapi saya juga berterima kasih atas buku saya yang penuh coretan ini . karena dengan buku ini , saya lebih bisa menerima sesuatu dengan sedikit berfikir kedepan , bukan dengan hari ini segalanya dan persetan buat hari esok , dan ini bukan lah akhir dari segalanya . Dunia siap meneriam kita apa adanya , memberikan sejuta senyuman dan cinta yang lain yang bisa kau genggam bukan berpacu pada satu atap yang rapuh .

BIG THANKS to my book .

4 komentar:

Dan mengatakan...

"brengsek nya anda"

dog iyoh ?
ato andani iyah ? :p

ibon INDIONG mengatakan...

keknya dua duanya :P

Dan mengatakan...

HUFT !
:D

ibon INDIONG mengatakan...

:P