Rabu, 10 Desember 2008

REALLY BFF???

dulu kita sahabat
teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
dulu kita sahabat
berteman bagai ulat berharap jadi kupu-kupu
kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan


sepengal lagu dari Sindentosca ini mengingatkanku akan nasib tragis (lebay..:D) persahabatanku.
tapi, STOP sampai situ saja. G' ada lanjutannya.

Pertemanan kami terputus.
g' ada angin
g' ada hujan

awalnya, memang aku mengakui aku berubah. mungkin aku yang salah. 2 minggu terakhir waktu itu aku berubah karena sesuatu.
kata dia aku menjadi pendiam
tawa dan celotehanku tak menggambarkan orang yang sedang senang. tetapi sebaliknya
kata dia juga aku menyimpan kesedihan yang teramat sangat pedih. tapi aku tak pernah mau cerita.
seandainya dia cewek mungkin saya akan cerita
tapi di sini masalahnya dia itu cowok
tapi bukan karena aku tak mau cerita makanya dia menjauhiku
tapi karena aku berubah, itu yang membuat dia jauh

tapi apa boleh buat
aku tak bisa berbuat apa-apa
kejadian itu terjadi sehari sebelum aku tak masuk 1 minggu karena sakit
yah..
aku telah tau bahwa sekitar 1 minggu kedepan aku tak kesekolah akibat sakit
waktu hari itu saya telah terdaftar sebagai daftar tunggu operasi dari salah satu rumah sakit di Makassar
dan kata pihak rumah sakit saya harus sudah masuk rumah sakit hari senin
pada hari itu disekolah aku melewati hari tanpa satupun tawa
dan akhirnya pelajaran terakhirku, kimia, di mulai
kami mendapat ulangan
tempatku duduk berada tepat di depan sahabatku itu (mungkin ex-sahabat maksudku.entahlah :| )
soal ulangan kimia di bagi dua oleh guruku. ada soal A dan ada soal B
dan kami mendapat soal yang sama
karena soal kami sama, aku meberikan dia jawaban untuk mencairkan suasana di antara kami berdua
tapi, aku terlalu bodoh
aku memberikan kertas jawabanku
bukan kertas cakaran atau kertas lainnya
SIALNYA, guruku mendapat kertas jawabanku itu
guru itupun menyebut namaku, karena tidak melihat kejadian itu aku menaikkan tanganku
ia pun berkata "ini kertas jawaban kamu? atau ini kertas cakaran?"
muka kupun langsung berubah pucat pasih. tak bisa berkata - kata
seorang temankupun menolongku dengan mengatakan itu kertas cakaranku
tapi, guru itu kembali bertanya "kalau begitu kertas jawaban kamu mana?"
dengan terpaksa aku mengakui kalau sebenarnya itu adalah kertas jawabanku. bukan kertas cakaran
dengan lantang dan marah Beliau mengatakan "kalau begitu silahkan keluar. kamu saya anggap sudah selesai"
mendengar kata-kata itu aku terpaku di temaptku. seketika aku merasakan darahku mengalir lebih deras
aku diam terpaku
tiba-tiba butiran air mataku tak bisa kubendung dan tumpah
aku berusaha menghentikannya sejenak lalu menghapusnya.
karena guruku itu sebenarnya mahasiswa PPL di sekolahku, aku berusaha untul membujuknya. aku meminta waktu 5 menit untuk menyelesaikan soalku itu tanpa batuan. atau kasarnya, aku di dudukkan terpiswah
guruku itu menolak dengan keras. lau mengatakan "itu resiko kamu"
sumpah aku tambah pucat
tak bisa berbuat apa - apa
kembali aku duduk di tempatku
menunggu sahabat cewekku
sekitar 15 menit kemudian waktu mengerjakan soal itu selasai. semua temanku harus mengumpulkan tugasnya. selesai atau tidak
demi mencairkan suasana, 2 orang temanku mengajakku ke kantin. akupun mengikuti sarannya
ketika berada di pintu kantin saya melihat sahabt yang membuat kertas jawabanku di tarik secara terpaksa itusedang asik-asiknya makan. tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. akhirnya dia melihatku. tapi tak ada perubahan.ia malah tambah asik denagn makanan yang ia santap
yang mengakibatkan kertas jawabanku di ambil itu ada 2 orang. dan salah satunya sahabatku itu.
teman yang satuku itu telah meminya maaf.
karena perasaanku lagi kacau bercampur dengan masalah akan tidak datangnya saya sekitar satu minggu, refleks jawabanku "untuk apa minta maaf?? toh nilaiku sudah merah"
ups.. aku sadar perkataanku tadi akan membuat suasana jadi tambah runyam.
kembail ke kelas kimia, melihat kk PPL itu tambah membuat air mataku ingin mengalir. untuk beberapa menit aku berhasil menahannya. sampai temanku bertanya "ibon, ada tadi yang di tarik ulangannya? siapa?"
pertanyaan itu membuatku seperti telah di sambar petir. dan akhirnya aku menangis. tak bisa ku tahan. terus mengalir
sahabat perempuanku akhirnya mundur dan mencoba menghiburku
"kenapa harus saya? saya nda' kuat klu terus bgini. untuk hari ini saya ingin tenang. bukan menambah beban pikiran yang ada." lirihku
"sabar nah bon. meranamu saya liat" jawab temanku sembari memberiku tissu
dan pertanyaan temanku tadi telah di jawab oleh temanku yang meliahat kertas jawabankudi tari kk PPL sialan itu. denagn isyarat muka ia meminta maaf.
bel pulang berbunyi. dan tak ada pernyataan maaf yang terlontar dari mulut ex-sahabatku itu.
ok...
tak apalah, benakku

Hari selasa, di tempat tidur Rumah sakit, 20.10:
aku mencoba untuk smsan dengan ex-sahabatku itu. ku anggap masalah telah selesai. mungkin hari itu saya memang bernasib sial. atau itu memang aku yang ceroboh tak bisa "bermain" halus
tapi balasan smsnya adalah"maaf ini sapa??"
hah???
nomorku telah ia hapus. padajhal kami setiap malam smsan.
aku menanyakan hal itu. ia meminta maaf karena semua kontak di Hpnya terhapus. ok tak apalah.
kami smsan mungkin hanya 3 kali. kelihatannya ia memang tak senang.

hari demi hari ku lewati. dan akhirnya aku diperbolehkan pulang

Hari senin, Sekolah,10.20 WITA
aku ingin menghampirinya, ketika pandangan kita satu, ia membuang mukanya.
sangat menusukku

hari demi hari terus mengalir sampai akhirnya kami beradu mulut
"apa masalah mu sama saya?"kataku. ia hanya tersenyum 1001 arti
"kalau teman baik sama kita,pasti kita juga baik" jawabnya
maksudnya??
mulai hari itu, ia tak pernah lagi berbicara denganku. kami seperti sedang perang dingin.
selidik demi selidik ku dengar ia tak suka kalau saya suka teriak, suka memanggil salah seorang temanku dengan sebutan Teletubhies dan mencubit pipinya (cowok),DLL
aku tak mengerti ketika mendengar itu.
maksud dia apa??
kenapa baru sekarang tidak suka?
kemarin-kemarin tidak

saya makin bingung denagn sikapnya.
suatu ketika, pada saat kami belajar Bahasa. Indonesia aku mendapat giliran membaca puisi. guruku menyuruhku menaikkan volume suaraku karena kata Beliau yang duduk di belakang tidak bisa mendengar apa yang aku katakan. ia juga langsung menambahi argumen guruku itu "Besari
(maksudnya suaraku)".
mendengar itu aku langsung memberiakan tatapan super sinis tak berkedip kepadanya, dan ia juga melakukan hal yang sama sampai sekitar 3 menit.
tatapan punuh rasa benci, marah, jengkel,dll

dan sampai sekarang kami tak berhubungan baik.
kami telibat perang dingin
dan aku tak pernah tau sebenarnya inti dari perang dingin kami itu apa

dan rasa p enasaranku tentang kata-katanya masih terus membayangiku.
dan pertanyaanku tentang apa sebenarnya masalah diantara kami berdua, masih ku tunggu jawabannya.

buat ex-sahabatku itu, INI YANG KAU SELALU BILANG DENGAN LANTANG WE'RE BEST FRIEND?????
i will always waiting your replay!!!

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Ibonn.
astagaa.
hari ituu betulan sial skali di'?
sya yg baca saja ikut emosii.

hm.
Yordan ?
knapa dia bgitu di'?
ok, not my rights to give comment bout that.
coba tanya baik2 lagi tentang masalahmu sama dia.
mungkin ada sesuatu yg ndak ko sadari ?

karena kalo dari critamu, kyaknya yang seharusnya marah itu kau, bukannya dia.

ibon INDIONG mengatakan...

STUJU!!!!!
yang memang harus marah saya
maav tiny syangs..
kayaknya saranmu tidak bisa saya laksanakan..
ok
tunggu blog berikutnya..
masih membahas tentang dia
belum rampung semua

ibon INDIONG mengatakan...

hahaha
mereknya kok di sebutkan..
saya nulisnya ex-sobad tiny...
bukan merknya langsung..

Unknown mengatakan...

hoho .
mavv cindtohh :)